admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta

Kebutuhan Manusia Akan Kalender

Oleh:
Ageng Indra

Secara umum, fungsi kalender adalah untuk mengukur waktu yang dapat membantu manusia dalam berbagai aspek kehidupan. Istilah kalender sendiri berakar dari kata calendarium yang dalam bahasa Latin berarti: buku atau daftar catatan. Sedang kata calendarium merupakan turunan dari kata calendae (Kalendae), yaitu: hari pertama dalam bulan menurut kalender Romawi, hari di mana hari-hari pasar, perayaan, dan acara-acara lainnya diumumkan.1

Lalu sejak kapan orang menggunakan kalender. Dahulu, orang menggunakan kalender secara terbatas dan hanya untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu. Seperti untuk mencatat musim panen, berburu atau meramu, berkebun, dan untuk aktivitas kultural lainnya. Dalam konteks masyarakat Jawa (umumnya, di Jawa Tengah), fungsi kalender mempunyai peran penting terutama dalam sejumlah upacara adat yang masih dipraktikkan hingga saat ini, seperti: upacara wetonan, ruwatan, syawalan dan seterusnya. Seperti upacara Syawalan, misalnya, hanya boleh dilakukan pada bulan Syawal setelah bulan Ramadhan selesai. Bulan Syawal yaitu bulan sepuluh dalam kalender tahun Hijriyah.2

Seiring berjalan waktu, kebutuhan akan kalender ini pun menjadi berubah. Ia tidak sekadar digunakan untuk menandai suatu aktivitas atau fenomena alam, termasuk religi. Fungsi kalender kini cenderung lebih kompleks sebab ia justru digerakan oleh pasar—melalui aktivitas ekonomi.3 Berikut adalah kebutuhan kalender yang bisa kita kategorikan secara sederhana berdasarkan fungsinya:

Pertama, digunakan untuk penentuan tanggal, hari, bulan, dan tahun, serta untuk merencanakan aktivitas sehari-hari. Kedua, pengaturan jadwal dan waktu. Kalender membantu dalam mengatur dan mengorganisasi jadwal, seperti: jadwal pertemuan, acara, dan tugas-tugas penting lainnya baik dalam konteks pribadi maupun profesional. Ketiga, perhitungan waktu. Ini memungkinkan manusia untuk mengukur durasi atau jarak waktu antara dua peristiwa tertentu. Misalnya, berapa hari lagi sampai suatu acara atau berapa lama sebuah proyek (pekerjaan) berjalan. Keempat, sebagai panduan ibadah dan ritual. Dalam banyak agama, kalender sering digunakan untuk menentukan waktu ibadah, hari besar, atau ritual-ritual keagamaan. Misalnya, kalender Hijriah dalam Islam atau kalender Masehi dalam Kristen.

Kelima, penentuan musim. Di mana kalender berfungsi untuk membantu memahami pergantian musim dan perubahan iklim yang penting bagi pertanian dan kegiatan lain yang terkait dengan alam. Keenam, untuk manajemen proyek dan perencanaan. Dalam bisnis dan pendidikan, kalender juga digunakan untuk melacak tenggat waktu (deadline), jadwal proyek, ujian, kuliah, dan agenda lainnya. Terakhir ketujuh, sebagai pengingat hari libur dan festival: digunakan untuk mencatat hari-hari libur nasional, festival, dan perayaan yang berlaku di suatu negara atau budaya tertentu. Dengan kata lain, kalender merupakan alat penting dalam manajemen waktu, baik secara personal maupun sosial.

  1. Wiesenberg J. E, Ziadeh A. N, and et all, “Calendar | Chronology, History, & Types | Britannica,” October 18, 2024, https://www.britannica.com/science/calendar. ↩︎
  2. Umam, “Upacara Wetonan Dan Tradisi Jawa Tengah Lainnya,” accessed October 25, 2024, https://www.gramedia.com/literasi/upacara-jawa/. ↩︎
  3. Bagian ini sudah dibahas cukup rinci oleh Jacques Le Goff dalam "Time, Work, and Culture in the Middle Ages (1980), 29-42." Terutama bagaimana perjumpaan antara para pedagang dan gereja katolik di abad pertengahan yang kemudian mengubah konsep pewaktuan yang sebelumnya hanya boleh dimaknai secara teologis. Namun melalui aktivitas ekonomi, para pedagang dan pengrajin mulai menggantikan waktu gereja dengan waktu yang bisa diukur lebih akurat dan berguna untuk tugas-tugas profan dan sekuler, yaitu waktu jam. ↩︎
Ageng Indra
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram