admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta

Unsur Warna

Oleh:
Ageng Indra

Selain unsur alam, dalam simbolisasi pasaran masyarakat Jawa juga terdapat unsur warna. Unsur ini melekat di setiap pasaran yang berbeda-beda. Eksistensi warna pun memiliki peranan penting sebagai bagian elemen kehidupan. Berkat warna, dunia makin indah. Adanya warna ini pun mampu mengingatkan tentang suatu tempat, kejadian, hingga berbagai tradisi dalam masyarakat. Berbagai warna juga turut melambangan suatu kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat itu.

Berbagai tradisi masyarakat di seluruh dunia memiliki pemahaman ihwal warna yang berbeda-beda. Setiap budaya pasti memiliki warna yang dijadikan simbol, dan setiap warna tersebut pasti memiliki makna, Namun, setiap individu bisa memaknai dan menilai suatu makna warna itu dari sudut pandang masing-masing.1 

Termasuk dalam tradisi masyarakat Jawa, unsur warna yang terdapat dalam pasaran juga berkaitan erat dengan penentuan hari baik seperti yang ada di kalender Jawa. Terkait penentuan ini, seperti dijelaskan sebelumnya, biasanya merujuk pada saat penentuan acara religi, upacara adat, pernikahan, urusan pertanian, hingga ihwal daur hidup manusia Jawa.

Andi Rachmawati Syarif dalam penelitiannya,2 menyebut bahwa masyarakat Jawa memiliki pemaknaan terhadap warna layaknya suku-suku dan budaya lain yang berkembang di Indonesia. Beberapa warna seperti abu-abu, merah, biru, hitam, putih, kuning, dan hitam telah mencerminkan identitas budaya yang berkembang pada masyarakat Jawa.

  1. Vania Dwisarika Riskia, dkk. "Semiotic Interpretation of Color in Javanese", Linguistica, Vol. 11, No. 01, April 2022, (641-648), hlm. 647. ↩︎
  2. Disertasi oleh Andi Rachmawati Syarif bertajuk Semiotika, Prodi S3 Linguistik Fakultas Ilmu Budaya, Sekolah Pascasarjana Universitas Hasanuddin Makassar, 2018. ↩︎
Ageng Indra
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram