admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta

Fungsi Kalender Jawa dalam Perekonomian

Oleh:
Ageng Indra

Aktivitas perekonomian di Jawa salah satunya adalah perdagangan. Sejak masa lampau, perdagangan menjadi penggerak kehidupan masyarakat. Memandang pentingnya perdagangan sebagai salah satu nadi masyarakat, maka dalam kalender Jawa terdapat lima hari pasaran atau atau pekenan. Istilah peken memiliki arti pasar.  Lima hari ini berakar dari pancawara, yaitu Pahing, Pon, Wage, Legi, dan Kliwon. 

Selanjutnya kelima hari ini menjadi nama pasar di Jawa, yaitu Pasar Pahing, Pasar Pon, Pasar Wage, Pasar Legi, dan Pasar Kliwon. Siklus ini menjadi penanda para pedagang saat membuka pasar di suatu wilayah. Di sebelah timur ada pasar Legi, di sebelah selatan ada pasar Pahing, di sebelah barat ada pasar Pon, di sebelah utara ada pasar Wage, dan di tengah ada pasar Kliwon. Posisi pasar ini berguna untuk memudahkan aktivitas jual beli dan menjalankan roda perekonomian. 

Adanya perputaran ini mengakibatkan secara otomatis menggerakkan seluruh aktivitas perdagangan di suatu wilayah. Perdagangan tidak hanya terpusat pada satu titik tertentu saja, sehingga seluruh masyarakat bisa merasakan kemajuan perekonomian yang ada di wilayahnya. 

Tidak hanya untuk perputaran roda ekonomi, keberadaan lima hari pasaran ini secara mendalam juga merupakan upaya penghormatan terhadap satu hari pasaran. Hal ini berkaitan erat dengan masyarakat Jawa yang memandang dan memaknai segala hal dengan rasa. Dengan adanya rasa ini, masyarakat Jawa tidak hanya mementingkan satu sisi saja, dalam hal ini ekonomi, tetapi juga hal-hal lain seperti dari segi spiritual dan religi.

Ageng Indra
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram