Bagi masyarakat Jawa dan Bali, setiap hari memiliki pengaruh terhadap manusia. Oleh karena itu, terdapat pengetahuan mengenai hari yang disebut wewaran yang berasal dari kata wara atau hari. Wewaran berarti pengetahuan mengenai berbagai macam hari dan baik-buruk hari itu terhadap nasib manusia. Secara sempit, pengertian wewaran adalah pengetahuan tentang aneka macam hari. Ada beberapa macam hari, yaitu hari yang berjumlah tiga (triwara), empat (caturwara), lima (pancawara), enam (sadwara), tujuh (saptawara), delapan (astawara), dan sembilan (sangawara).1
Triwara atau masih dikenal di Bali sebagai hari pasaran. Adapun nama hari dalam triwara antara lain Pasah, Betheng, dan Kajeng. Triwara masih digunakan hingga saat ini dalam masyarakat Bali. Selanjutnya ada caturwara yang nama harinya antara lain Sri, Laba, Jaya, dan Menala.
Satuan hari yang umum dipakai dalam masyarakat Jawa adalah Pancawara atau hari pasaran. Dinamakan pasaran karena selama lima hari tersebut sangat berkaitan dengan kegiatan pasar. Nama hari dalam pancawara antara lain Pahing (Jenar), Pon (Palguna), Wage (Cemengan), Kliwon (Kasih), dan Legi (Manis).
Sadwara atau enam hari dalam budaya disebut paringkelan. Paringkelan berasal dari kata ringkel yang berarti naas. Hari-hari dalam sadwara antara lain Tungle, Aryang, Wurukung, Paningron, Uwas, dan Mawulu.
Selain pancawara, yang umum digunakan adalah saptawara atau satuan tujuh hari. Saptawara digunakan hingga saat ini untuk kegiatan sehari-hari. Hari-hari dalam saptawara antara lain Minggu (Radite), Senin (Soma), Selasa (Anggara), Rabu (Buda), Kamis (Respati), Jumat (Sukra), dan Sabtu (Tumpak atau Saniscara).
Astawara merupakan satuan hari yang berjumlah delapan hari. Satuan ini berdasarkan jumlah delapan dewa yang ada di dalam agama Hindu. Oleh karena itu, astawara disebut juga dina padewan. Kemungkinan hari astawara digunakan untuk memuja dewa yang sesuai dengan nama harinya. Nama-nama hari dalam astawara antara lain Sri, Endra, Guru, Yama, Ludra, Brama, Kala, dan Uma.
Terakhir adalah sangawara atau sembilan hari. Sangawara juga disebut padangon. Nama padangon kemungkinan diambil dari nama hari pertama, yaitu Dangu. Satuan hari ini terdapat dalam budaya Jawa dan Bali hanya berbeda urutannya saja. Urutan saptawara di Jawa adalah Dangu, Jagur, Gigis, Kerangan, Nohan, Wogan, Tulus, Wurung, dan Dadi. Sedangkan di Bali adalah Dangu, Jangur, Gigis, Nohan, Ogan, Erangan, Urungan, Tulus, dan Dadi.