admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta

Senin Wage

Oleh:
Delima Purnama Sari

Tanaman Kunir

Dalam dunia weton masyarakat Jawa, hari Senin memiliki simbol tanaman Kunir. Kunir atau dalam bahasa Indonesia disebut kunyit ini merupakan tanaman yang banyak ditemui. Tumbuhan yang memiliki nama latin Curcuma longa ini termasuk dalam jenis salah satu rempah-rempah dari wilayah Asia Tenggara. Mulai dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Kamboja terdapat tanaman ini

Khususnya bagi masyarakat Jawa, kunyit sangatlah lekat dengan berbagai tradisi. Bahkan, saking lekatnya, kunyit dijadikan sebagai nama-nama desa atau kelurahan yang ada di Jawa. Mulai dari Desa Pakuniran yang ada di Kecamatan Maesan, Bondowoso, Desa Kuniran di Kecamatan Purwosari, Bojonegoro, Desa Kunirejo Kulon dan Kunirejo Wetan yang ada di Kecamatan Butuh, Purworejo. Selain itu, setidaknya ada belasan penggunaan nama kunir dalam nama-nama desa di Jawa.

Kunyit sendiri memang bisa mudah tumbuh di iklim tropis. Untuk bisa tumbuh dengan baik, kunyit memerlukan ketinggian sekitar 1.000 meter dari permukaan laut. Selain itu, suhu yang diperlukan untuk bisa menumbuhkan tanaman ini antara 20-30 derajat celsius. Sinar matahari pun dibutuhkan untuk mempermudah pertumbuhan kunyit. Hal ini lantaran berpengaruh ke pertumbuhan rimpang atau ubinya.

Dari segi ciri-ciri, kunyit merupakan tumbuhan bercabang dan memiliki tinggi antara 40-100 sentimeter. Batang kunyit tidak keras. Tumbuhan ini memiliki batang yang semu, tegak, bulat, dan membentuk rimpang dengan warga hijau dan kekuningan. Sementara itu, untuk daunnya berbentuk bulan memanjang mulai dari 10-40 sentimeter dan lebarnya 8-12 sentimeter.

Bagi masyarakat Jawa, kunyit memiliki segudang manfaat. Tumbuhan ini banyak digunakan sebagai ramuan jamu tradisional. Tidak sembarangan kunyit bisa dipilih untuk jamu. Paling tidak, umur kunyit yang bisa dipanen antara 8-18 bulan dari masa tanam. Ada berbagai ciri-ciri ketika kunyit ini bisa dipanen. Beberapa tanda tersebut mulai dari berakhirnya pertumbuhan vegetatif seperti kelayuan hingga warna daun maupun batang menjadi kuning.

Tak sekadar minuman biasa, jamu kunyit terbukti memiliki beragam khasiat. Mulai dari menyejukkan, membersihkan, mengeringkan, menghilangkan gatal, hingga menyembuhkan rasa kesemutan. Tanaman ini juga bisa menyembuhkan penyakit lambung, hingga bisa melepaskan kelebihan gas yang ada di usus. Ramuan kunyit juga berkhasiat untuk mencegah penggumpalan darah dan pembengkakan bagian tubuh. Bahkan, hingga dewasa ini, jamu kunir asem masih populer di kalangan masyarakat Jawa. Apalagi, minuman tersebut juga kerap dikonsumsi oleh para perempuan yang sedang mengalami masa datang bulan.

Sementara itu, rempah-rempah ini juga menjadi salah satu bumbu wajib dari berbagai olahan dapur. Mulai dari masakan jenis gulai hingga sayuran bumbu bali. Kegunaan kunyit bisa menambah cita rasa yang khas. Warna kuning dan oranye sangat berguna memberikan karakteristik pada suatu makanan. Salah satu makanan yang kental akan warna kuning kunyit ini adalah nasi kuning. Penggunaan kunyit sebagai pewarna alami pada nasi kuning juga menjadi salah satu kepercayaan yang terus dirawat oleh masyarakat Jawa. Warna kuning dari kunyit ini juga menjadi perlambang akan adanya harapan kemakmuran di masa mendatang.

Bagi masyarakat Jawa, kunyit memiliki banyak manfaat dan kegunaan. Selain lekat dengan tradisi tumpengan yang menggunakan nasi kuning, tradisi lainnya yang memakai kunyit berkaitan dengan kesehatan pada masa lalu. Salah satu tradisi yang memerlukan rimpang kunyit adalah pemotongan pusar bayi oleh para dukun bayi tradisional. Biasanya, para dukun bayi bakal menggunakan semacam kulit bambu untuk memotong tali pusar. Lalu, rimpang kunyit yang sudah dikupas inilah yang kemudian dijadikan sebagai landasan ketika memotong.

Tanaman Telasih

Tanaman telasih atau selasih menjadi penggambaran dari pasaran Wage. Memiliki nama latin Ocimum teniflorum, tumbuhan ini menjadi salah satu yang sudah lama dibudidayakan di Jawa. Sayangnya, belum banyak yang mengenal akan manfaat dari tumbuhan ini. Padahal, mulai dari daun, bunga, dan bijinya bisa dimanfaatkan sebagai rempah-rempah dan penyegar.

Telasih tergolong tumbuhan jenis semak tahunan. Yang menjadi ciri-ciri dari tanaman ini adalah memiliki bau dan aroma yang khas. Telasih kadang-kadang berbau langu, harum, dan manis. Bagian yang menentukan aroma ini adalah tergantung kultivarnya.

Salah satu yang menarik dari telasih adalah tumbuhan ini mirip dengan kemangi. Pasalnya, kedua jenis tumbuhan ini berasal dari satu genus yang sama, yakni Ocimum. Lalu, yang membedakan telasih dengan kemangi adalah  bunganya. Telasih diketahui memiliki bunga berwarna cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kemangi memiliki bunga berwarna putih utuh. Tak hanya dari segi bunga, biasanya kemangi kerap dimakan sebagai lalapan. Sedangkan, pemakaian telasih biasanya, terutama dalam tradisi masyarakat Jawa, digunakan sebagai pelengkap upacara-upacara keagamaan.

Tak hanya itu saja, bagian biji dari telasih ini juga memiliki banyak manfaat. Pasalnya, di dalam bijinya ini terkandung banyak zat yang cukup baik untuk tubuh manusia. Beberapa kandungan di dalam biji telasih di antaranya seperti eugenol, tymol, metal eugenol, berbagai macam vitamin kompleks, hingga lemak. Di Indonesia secara umum, biji telasih makin populer dijadikan sebagai campuran minuman penyegar.

Burung Kuniran

Burung kuniran atau dalam bahasa Indonesia burung sepah hutan menjadi penggambaran weton hari Senin. Sepah hutan memiliki nama latin Pericrocotus flammeus. Burung ini masuk dalam spesies burung dari keluarga Campephagidae, dari genus Pericrocotus. Untuk persebarannya, sepah hutan tersebar luas di banyak wilayah. Mulai dari Afrika, Asia, hingga Australia. Lokasi favorit dari burung ini adalah berada di kawasan hutan dan padang savana.

Sepah hutan merupakan jenis burung pemakan ulat, jangkrik, dan serangga lainnya. Karena tipikal makanan itu, burung ini memiliki habitat yang ada di hutan primer, dataran rendah, dan perbukitan. Biasanya, habitat burung ini tersebar sampai pada ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut. 

Untuk ciri-cirinya, sepah hutan memiliki tubuh sekitar 19 sentimeter. Ada beberapa warna dari burung ini. Biasanya, untuk jantan, sepah hutan memiliki warna hitam-biru. Dada dan perutnya memiliki bulu berwarna merah. Warna merah ini juga terlihat pada sisi luar bulu ekornya. Lalu, bagian sayap sepah hutan jantan juga ada dua bercak merah. Sedangkan, untuk sepah hutan betina memiliki warna punggung yang lebih abu-abu. Warna merah mayoritas digantikan dengan warna kuning, mulai dari tenggorokan, dagu, penutup telinga, dan dahinya. 

Sepah hutan betina lebih memiliki tubuh atas yang lebih gelap dan bagian bawah lebih terang. Salah satu kebiasaan dari sepah hutan ini adalah mereka suka berkelompok atau berpasangan dan melompat-lompat di antara ranting pohon dengan daun bertekstur halus. Sepah hutan bakal memanfaat kumpulan ranting pohon untuk membuat sarang yang berbentuk seperti cawan.

Dalam persebarannya di Indonesia, buruh sepah hutan bisa ditemui di banyak daerah. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Sepah hutan bakal mengeluarkan suara "wit wit wit wit" yang terdengar seperti siulan. Suaranya yang khas ini juga menjadi ciri khas yang mudah untuk dikenali.

Dalam hal kebudayaan lokal, burung sepah hutan dianggap dekat dengan kepercayaan maupun mitos di masyarakat. Salah satunya adalah berkaitan erat dengan masalah keberuntungan dan hal magis. Di beberapa daerah, burung sepah ini diyakini bisa mendatangkan rezeki atau jodoh untuk pemiliknya. Beberapa mitos lainnya yang disematkan terhadap burung ini adalah terkait masalah kesehatan. Beberapa kepercayaan menganggap bahwa dengan memelihara burung sepah, maka bakal mendatangkan efek positif terkait kesehatan. Suaranya yang merdu dianggap berdampak pada kesehatan mental dan meningkatkan konsentrasi.

Burung Gagak

Sama seperti pasaran lainnya, Wage juga memiliki penggambaran burungnya. Pasaran ini digambarkan dengan burung gagak. Secara taksonomi, burung ini masuk dalam famili Corvidae, yakni kelompok burung pengicau. Hampir di semua benua dan kepulauan banyak ditemui gagak, kecuali Amerika Latin. Di Indonesia, burung ini banyak ditemui di berbagai wilayah, mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Sulawesi terdapat burung ini.

Gagak adalah burung yang sangat terkenal. Salah satu ciri-ciri utama dari burung ini memiliki warna bulu hitam pekat. Secara ukuran, gagak bisa tumbuh dengan panjang 45-69 sentimeter. Perbedaan ukuran ini juga berdasarkan jenis gagak yang tersebar di banyak tempat. Sejauh ini, diketahui setidaknya ada 30 spesies gagak. Mulai dari gagak hutan, gagak rumah, gagak kampung, dan lain sebagainya.

Dilihat dari habitatnya, gagak memang bisa dijumpai di banyak tempat. Salah satu tempat favorit untuk tinggal burung ini adalah lahan terbuka, padang rumput yang sekitarnya terdapat pepohonan. Namun, tak sedikit di beberapa pinggiran lingkungan kota juga bisa dijumpai gagak. 

Selain makan daging dan telur, burung gagak biasanya juga menyukai buah-buahan yang segar. Dalam aktivitas di habitatnya ini, gagak biasanya kerap menyendiri. Tetapi, kadang-kadang burung ini juga berpasangan atau berkelompok tidak lebih dari 10 individu. 

Meski terlihat garang dan suaranya yang khas, nyatanya gagak dikenal sebagai burung penakut. Ketika ada manusia yang menghampiri, burung ini bakal langsung terbang dan menjauh sembari mengeluarkan teriakan. Berbeda dengan burung-burung lainnya, gagak sewaktu terbang kerap mengepakan sayap dengan cepat dan pendek sambil bersuara seakan sedang memanggil.

Dalam beberapa kebudayaan masyarakat, burung gagak dikaitkan dengan sesuatu yang buruk. Di Eropa, burung ini juga kerap dikaitkan dengan peliharaan para penyihir. Sedangkan, di Indonesia, gagak juga dianggap menjadi salah satu pertanda marabahaya. Tetapi, kendati banyak dikaitkan dengan hal buruk, nyatanya gagak menjadi hewan dengan tingkat kecerdasan tertinggi di antara para burung. Kecerdasan gagak ini bahkan telah teruji sejak lama.

Delima Purnama Sari
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram