Tanaman telasih atau selasih menjadi penggambaran dari pasaran Wage. Memiliki nama latin Ocimum teniflorum, tumbuhan ini menjadi salah satu yang sudah lama dibudidayakan di Jawa. Sayangnya, belum banyak yang mengenal akan manfaat dari tumbuhan ini. Padahal, mulai dari daun, bunga, dan bijinya bisa dimanfaatkan sebagai rempah-rempah dan penyegar.
Telasih tergolong tumbuhan jenis semak tahunan. Yang menjadi ciri-ciri dari tanaman ini adalah memiliki bau dan aroma yang khas. Telasih kadang-kadang berbau langu, harum, dan manis. Bagian yang menentukan aroma ini adalah tergantung kultivarnya.
Salah satu yang menarik dari telasih adalah tumbuhan ini mirip dengan kemangi. Pasalnya, kedua jenis tumbuhan ini berasal dari satu genus yang sama, yakni Ocimum. Lalu, yang membedakan telasih dengan kemangi adalah bunganya. Telasih diketahui memiliki bunga berwarna cokelat kehitaman. Sedangkan untuk kemangi memiliki bunga berwarna putih utuh. Tak hanya dari segi bunga, biasanya kemangi kerap dimakan sebagai lalapan. Sedangkan, pemakaian telasih biasanya, terutama dalam tradisi masyarakat Jawa, digunakan sebagai pelengkap upacara-upacara keagamaan.
Tak hanya itu saja, bagian biji dari telasih ini juga memiliki banyak manfaat. Pasalnya, di dalam bijinya ini terkandung banyak zat yang cukup baik untuk tubuh manusia. Beberapa kandungan di dalam biji telasih di antaranya seperti eugenol, tymol, metal eugenol, berbagai macam vitamin kompleks, hingga lemak. Di Indonesia secara umum, biji telasih makin populer dijadikan sebagai campuran minuman penyegar.