Burung kuniran atau dalam bahasa Indonesia burung sepah hutan menjadi penggambaran weton hari Senin. Sepah hutan memiliki nama latin Pericrocotus flammeus. Burung ini masuk dalam spesies burung dari keluarga Campephagidae, dari genus Pericrocotus. Untuk persebarannya, sepah hutan tersebar luas di banyak wilayah. Mulai dari Afrika, Asia, hingga Australia. Lokasi favorit dari burung ini adalah berada di kawasan hutan dan padang savana.
Sepah hutan merupakan jenis burung pemakan ulat, jangkrik, dan serangga lainnya. Karena tipikal makanan itu, burung ini memiliki habitat yang ada di hutan primer, dataran rendah, dan perbukitan. Biasanya, habitat burung ini tersebar sampai pada ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut.
Untuk ciri-cirinya, sepah hutan memiliki tubuh sekitar 19 sentimeter. Ada beberapa warna dari burung ini. Biasanya, untuk jantan, sepah hutan memiliki warna hitam-biru. Dada dan perutnya memiliki bulu berwarna merah. Warna merah ini juga terlihat pada sisi luar bulu ekornya. Lalu, bagian sayap sepah hutan jantan juga ada dua bercak merah. Sedangkan, untuk sepah hutan betina memiliki warna punggung yang lebih abu-abu. Warna merah mayoritas digantikan dengan warna kuning, mulai dari tenggorokan, dagu, penutup telinga, dan dahinya.
Sepah hutan betina lebih memiliki tubuh atas yang lebih gelap dan bagian bawah lebih terang. Salah satu kebiasaan dari sepah hutan ini adalah mereka suka berkelompok atau berpasangan dan melompat-lompat di antara ranting pohon dengan daun bertekstur halus. Sepah hutan bakal memanfaat kumpulan ranting pohon untuk membuat sarang yang berbentuk seperti cawan.
Dalam persebarannya di Indonesia, buruh sepah hutan bisa ditemui di banyak daerah. Mulai dari Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Sepah hutan bakal mengeluarkan suara "wit wit wit wit" yang terdengar seperti siulan. Suaranya yang khas ini juga menjadi ciri khas yang mudah untuk dikenali.
Dalam hal kebudayaan lokal, burung sepah hutan dianggap dekat dengan kepercayaan maupun mitos di masyarakat. Salah satunya adalah berkaitan erat dengan masalah keberuntungan dan hal magis. Di beberapa daerah, burung sepah ini diyakini bisa mendatangkan rezeki atau jodoh untuk pemiliknya. Beberapa mitos lainnya yang disematkan terhadap burung ini adalah terkait masalah kesehatan. Beberapa kepercayaan menganggap bahwa dengan memelihara burung sepah, maka bakal mendatangkan efek positif terkait kesehatan. Suaranya yang merdu dianggap berdampak pada kesehatan mental dan meningkatkan konsentrasi.