Hari Kamis dalam weton Jawa digambarkan sebagai burung perkutut jawa. Hewan dengan nama latin Geopelia striata ini merupakan spesies burung yang masuk dalam suku Columbidae, dari genus Geopelia. Columbidae sendiri merupakan suku atau kelompok burung yang tersebar di seluruh dunia. Kelompok ini umumnya memiliki ciri tubuh ukuran kecil dan besar yang bulat. Burung yang masuk dalam spesies ini umumnya adalah pemakan biji-bijian dan buah.
Perkutut memang terdapat berbagai jenis. Salah satu yang terkenal ini adalah perkutut jawa. Perkutut jawa ini tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Mulai dari Sumatra, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Habitat burung perkutut jawa ini lebih memilih tinggal di lingkungan yang terbuka, seperti ladang, pesisir, taman, perkebunan, dan tepi hutan dengan ketinggian kurang dari 900 meter dari permukaan laut.
Dari segi ukuran, perkutut jawa memiliki tubuh sebesar 20-22 sentimeter. Burung ini pun memiliki tubuh ramping dan berekor panjan. Salah satu ciri-ciri dari burung ini adalah memiliki kepala yang berwarna abu-abu dengan leher dan bagian sisi bergaris halus. Dengan tubuhnya yang ramping, perkutut jawa mencari makan di permukaan tanah. Burung ini termasuk tipe yang kerap berkumpul. Momen berkumpul ini biasanya ketika mereka sedang minum di sumber air.
Perkutut sendiri tergolong hewan yang mudah dipelihara. Bahkan, di pasar hewan, keberadaan hewan ini masih diperjualbelikan. Para pemilik burung perkutut ini biasanya juga turut memperlombakan burung. Salah satu yang dilombakan adalah ciri khas suaranya. Suaranya "kur-rr-rr-kuk, kuk" memang sangat khas.
Selain memiliki kicauan yang indah, perkutut jawa dalam khazanah kebudayaan Jawa juga memiliki makna tersendiri. Burung ini dipercayai memiliki makna simbolis, yakni dianggap sebagai salah satu syarat dalam sapta brata lelaki sejati. Selain itu, burung perkutut juga dianggap memiliki titisan darah gaib dan dihubungkan dengan pengaruh baik. Pengaruh barik ini seperti membawa keberuntungan, ketentraman rumah tangga, dan lain sebagainya. Perkutut memang istimewa sejak dulu. Bahkan, para raja di masa lampau juga memelihara burung ini lantaran sebagai simbol kejayaan dan kemakmuran.