Pasaran Kliwon digambarkan dengan burung gogik atau rangkong, yang memiliki nama latin Bucerotidae. Burung ini terdiri dari setidaknya 59 spesies yang tersebar di seluruh dunia. Dalam persebarannya ini, rangkong merupakan spesies endemik yang berasal dari bagian selatan Afrika. Selain itu, di Indonesia, juga menjadi salah satu tempat ditemukannya beberapa spesies rangkong.
Burung rangkong jadi salah satu yang menarik di antara jenis burung lainnya. Pasalnya, di atas paruhnya yang besar, terdapat tanduk yang cukup besar pula. Inilah yang menjadi ciri khasnya. Burung rangkong memiliki ukuran yang besar. Dari beberapa spesies, seperti enggang jambul, rangkong gading, enggang papan, enggang papan, dan lain sebagainya, rata-rata memiliki ukuran mulai dari 85 sentimeter hingga 120 sentimeter.
Dilihat dari habitatnya, burung rangkong biasanya tinggal di dalam hutan primer. Artinya, burung ini bergantung pada keberadaan pohon-pohon besar. Selain untuk bersarang, hutan yang lebat juga menjadi tempat untuk mencari makan. Rangkong bertahan hidup dengan makan buah-buahan, serangga, tikus, hingga ular.
Bagi para petani, burung ini dianggap sebagai pembawa keberuntungan lantaran turut menjaga ekosistem sawah dari hama. Selain itu, burung ini juga kerap menebarkan biji-bijian dari buah yang dimakannya. Biji-bijian ini biasanya berasal dari sisa makanan yang nyangkut di paruhnya karena terlalu besar. Sisa makanan itu kemudian dikeluarkan karena lidah rangkong terlalu pendek.
Sementara itu, jika dilihat dari kebiasaan lainnya, rangkong bukanlah hewan individual. Tetapi, hewan biasanya kerap berpasangan atau berkelompok . Bahkan, dalam hal pasangan, rangkong disebut sebagai hewan dengan pasangan monogami. Bisa dibilang, rangkong menjadi burung yang setia kepada satu pasangannya saja. Sayangnya, gara-gara tempat tinggalnya yang kian minim, persebaran rangkong ini sudah makin mengkhawatirkan dengan status kritis.