admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta

Tanaman Nagasari

Oleh:
Zsa Zsa

Sama seperti hari-hari lainnya, Rabu juga memiliki penggambaran simbol tanaman weton. Dalam pembacaan weton masyarakat Jawa, hari Rabu digambarkan memiliki weton tanaman nagasari. Tumbuhan yang memiliki nama latin Mesua ferrea ini memiliki sejuta manfaat. Banyak potensi yang dimiliki pohon nagasari yang membuatnya bisa bernilai tinggi. Gara-gara ini, nagasari pun menjadi komoditas tersendiri. Tumbuhan ini juga dikenal sebagai Ceylon ironwood, Indian rose chestnut, dan Cobra's saffron. Mulai dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara, keberadaan nagasari banyak dijumpai. Bahkan, di Sri Lanka, pohon dari tumbuhan ini menjadi pohon nasional negara tersebut.

Dilihat dari ciri-cirinya, pohon nagasari bisa mencapai tinggi 30 meter. Untuk lebar pangkal batangnya bisa sesar 2 meter. Untuk daunnya sendiri, nagasari memiliki ciri khas daunnya tunggal, sempit, dan memanjang. Warna daunnya pun hijau gelap dan bagian bawahnya agak keputihan. Sedangkan, tanaman ini juga memiliki buang yang berdiameter 4-7 sentimeter dengan empat petal serta memiliki benang sari di tengah atau kelopaknya

Bagi masyarakat Jawa, tanaman ini sebetulnya memiliki nama lain, yakni gandhek. Dalam tradisi keraton di Jawa, nama gandhek memiliki arti bentara. Ada berbagai nilai filosofis yang terkandung dari tanaman nagasari. Pohon dari tanaman ini diyakini sebagai kayu bertuah yang bermanfaat untuk keselamatan, kewibawaan, pengobatan, perlindungan terhadap jin jahat, hingga antitenung (Iman Budhi Santosa: 2017).

Dengan karakteristik tadi, pojon nogosari juga memiliki manfaat lainnya. Biasanya, pohon ini bakal digunakan sebagai perabot rumah seperti mebel, lantai, hingga berbagai perkakas di dalam rumah. Di beberapa negara, saking kuatnya kayu nagasari, juga digunakan sebagai bantalan rel kereta.

Untuk buahnya, nogosari sendiri juga bisa dimakan. Bahkan biji yang ada di dalam buah juga mengandung lemak yang berguna untuk memasak. Dalam hal kesehatan, biji buah nagasari juga mampu untuk dijadikan obat panas, luka, hingga bengkak. Sementara, untuk bunga nagasari juga tak kalah bermanfaat. Khasiat yang ada di dalam bunga ini bisa digunakan untuk obat antidiare, aromatik, ekspektoran, dan gangguan jiwa. Beberapa orang percaya bahwa kandungan dari bunga ini bisa membuat jiwa makin tenang. Tak hanya itu, bunga ini biasanya juga direbus dan airnya diminum oleh para perempuan selepas melahirkan. Kandungan dalam bunga ini menurut beberapa sumber menunjukkan adanya kandungan antibakteri.

Berbagai khasiat alamiah dari nagasari tak berhenti di situ saja. Salah satu yang bermanfaat dari bagian tumbuhan tersebut adalah benang sarinya. Ramuan dari bahan benang sari nagasari ini diketahui bisa sebagai penawar panas dan penyejuk badan. Selain itu, getah yang ada di pohon nagasari juga dianggap bisa melindungi luka.

Sementara itu, untuk daunnya sendiri juga kaya akan manfaat. Daun nagasari juga kerap digunakan sebagai ramuan tradisional. Salah satunya adalah untuk mengatasi keluhan kencing. Bahkan, dari seduhan daun nagasari yang direbus ini dipercaya bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit terutama berkaitan dengan suhu badan.

Itulah beragam manfaat dan khasiat dari tumbuhan nagasari. Sayangnya, keberadaan tanaman nagasari ini makin jarang ditemui. Untuk bisa menemukan tanaman ini, biasanya masyarakat Jawa menanamnya di sekitar area makam. Hal ini juga bukan tanpa sebab begitu saja. Orang-orang Jawa sejak zaman dahulu sudah menganggap bahwa tumbuhan nagasari ini merupakan pohon pusaka. Lalu, area pemakaman, termasuk makam raja-raja, dipilih lantaran sebagai tempat yang aman untuk bisa tumbuh. Orang yang mau berbuat aneh-aneh terhadap pohon tersebut bakal merasa takut. lantara posisi di tempat keramat.

Zsa Zsa
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram