Tanaman secang atau sepang menjadi gambaran dari weton hari Kamis. Tumbuhan bernama latin Biancaea sappan ini merupakan perdu yang bisa dimanfaatkan kulit kayu dan kayunya sebagai komoditas perdagangan rempah. Dalam hal persebarannya, tumbuhan ini tersebar di banyak tempat. Mulai dari Asia Tenggara, Asia Selatan, hingga kawasan Pasifik. Di Indonesia, banyak daerah yang ditumbuhi tanaman secang.
Sayangnya, asal-usul dari tumbuhan secang tidak diketahui secara pasti. Beberapa sumber menyebut bahwa secang berasal dari wilayah India tengah. Tetapi, persebaran tumbuhan ini bisa tumbuh di banyak tempat. Hingga dewasa ini, secang masih tergolong tumbuhan yang mudah ditemukan. Apalagi, tumbuhan ini juga sudah dibudidayakan oleh banyak orang. Tumbuhan secara diketahui mudah tumbuh di lahan-lahan yang berlereng, tanah berliat, kapur, hingga tanah berpasir. Selain itu, secang tidak bakal tahan hidup di area yang memiliki penggenangan. Masyarakat biasanya menanam tumbuhan ini juga dijadikan sebagai pagar rumah.
Dari ciri-cirinya, secang memiliki pohon dengan ketinggian antara 4-10 meter. Batang dari tumbuhan ini memiliki ciri yang khas, yakni adanya tonjolan-tonjolan seperti duri. Keberadaan tonjolan seperti duri ini juga ada di bagian rantingnya. Sementara itu, untuk daunnya sendiri berbentuk sirip ganda yang berwarna hijau. Tiap tangkai daunnya terdapat 10-20 pasang tulang daun yang saling berhadap-hadapan.
Ada berbagai manfaat dari tumbuhan secang ini. Secara tradisional, potongan kayu secara kerap digunakan sebagai campuran minuman. Khusus seperti di Jawa misalnya, potongan kayu secang digunakan sebagai salah satu bahan jamu. Di sisi lain, pohon secang ini juga menjadi salah satu bahan pembuatan minuman penyegar khas Yogyakarta, seperti wedang secang dan wedang uwuh.
Selain sebagai bahan minuman penyegar dan jamu, secang juga diketahui bermanfaat sebagai penghasil zat warna untuk makanan, pakaian, anyam-anyaman. Dari segi kesehatan, tanaman secang dipercaya sejak lama mampu memberikan khasiat bagi tubuh manusia. Khasiat tersebut mulai dari melancarkan peredaran darah, melarutkan penggumpalan darah, mengurangi pembengkakan, meredakan nyeri, hingga bisa menghentikan pendarahan.
Berbagai sumber lembaga kesehatan juga menyebut bahwa secang ini memang bagus untuk kesehatan. Apalagi, jika kayu ini dicampur dengan berbagai rempah-rempah. Terdapat beragam senyawa di dalam kayu secang yang mampu melawan bakteri hingga menghambat pertumbuhan sel kanker. Selain itu, kayu secang yang bersifat antioksidan ini juga bisa berfungsi untuk mengatasi jerawat, menghentikan diare, mencegah kerusakan sel, hingga mampu mengontrol gula darah.