Jemuwah atau hari Jumat disimbolkan dengan warna hitam. Bagi masyarakat Jawa, warna hitam digambarkan sebagai lambang kebijaksanaan dan kesetaraan. Bijaksana lantaran dianggap mampu memimpin, sedangkan kesetaraan lebih mengarah pada konsep seseorang yang memiliki jabatan setinggi apa pun, pasti bakal kembali ke tanah dan menjadi abu.1 Tak hanya itu saja, warna hitam dalam kebudayaan masyarakat Jawa juga dikonotasikan sebagai keberanian. Hal ini merujuk pada banyak masyarakat dalam berbagai tradisi Jawa, kerap memakai warna hitam. Beberapa bahan alami yang bisa menghasilkan warna hitam ini seperti biji jalawe, kayu ulin, dan lain sebagainya. Selain itu, warna hitam sendiri juga bisa didapatkan dari penggunaan arang yang merupakan simbolisasi kayu atau tanaman hari Jumat.