admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta
Blog

Tulisan

Fungsi Kalender Jawa dalam Arsitektur

Masyarakat Jawa sangat menjunjung tinggi rasa (feeling) dalam langkah kehidupannya. Rasa di sini adalah hubungan antara manusia dengan manusia dan manusia dengan alam. Oleh karena itu, tidak mengherankan jika langgam-langgam arsitektur Jawa juga memiliki ikatan dengan rasa tersebut, termasuk perhitungan berdasarkan penanggalan Jawa. Perhitungan ini dilakukan agar tidak ada gangguan selama proses pembangunan maupun setelah […]

Read More
Fungsi Kalender Jawa dalam Perekonomian

Aktivitas perekonomian di Jawa salah satunya adalah perdagangan. Sejak masa lampau, perdagangan menjadi penggerak kehidupan masyarakat. Memandang pentingnya perdagangan sebagai salah satu nadi masyarakat, maka dalam kalender Jawa terdapat lima hari pasaran atau atau pekenan. Istilah peken memiliki arti pasar.  Lima hari ini berakar dari pancawara, yaitu Pahing, Pon, Wage, Legi, dan Kliwon.  Selanjutnya kelima […]

Read More
Fungsi Kalender Jawa dalam Upacara Adat

Upacara adat selalu dihadapkan pada persoalan-persoalan yang terkait dengan keberadaannya di tengah kehidupan yang terus berubah. Ketika upacara adat dipahami sebagai suatu bentuk ritual ataupun tradisi yang dilakukan oleh masyarakat wilayah tertentu atau sebagai sarana yang relatif umum untuk berkomunikasi dengan kekuatan-kekuatan adikodrati, nuansa-nuansa lokal yang terkandung dalam upacara adat tersebut harus dapat bernegosiasi secara […]

Read More
Fungsi Kalender Jawa dalam Religi

Masuknya Islam di Jawa belum dapat dipastikan secara tepat waktunya. Data tertua adalah penemuan makam Fatimah binti Maimun yang meninggal pada 7 Rajab 475 H (1 Desember 1082 M). Selain itu, ditemukan juga makam-makam orang Islam di Tralaya yang berada tidak jauh dari keraton Majapahit. Nisan tertua berangka 1298 S atau 1376 M atau satu […]

Read More
Fungsi Kalender Jawa dalam Pertanian

Selama kurun waktu dua ribu tahun, masyarakat di Nusantara telah mengembangkan dua tipe kegiatan pertanian, yaitu menggarap tanaman subsisten dan tanaman perdagangan. Dari beraneka ragam kegiatan pertanian, terdapat empat sistem pertanian yang lama dikenal oleh masyarakat, yaitu (1) sistem perladangan; (2) sistem persawahan; (3) sistem kebun; dan (4) sistem tegalan. Sistem-sistem ini merupakan wujud dari […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #8

Bagi masyarakat Jawa dan Bali, setiap hari memiliki pengaruh terhadap manusia. Oleh karena itu, terdapat pengetahuan mengenai hari yang disebut wewaran yang berasal dari kata wara atau hari. Wewaran berarti pengetahuan mengenai berbagai macam hari dan baik-buruk hari itu terhadap nasib manusia. Secara sempit, pengertian wewaran adalah pengetahuan tentang aneka macam hari. Ada beberapa macam […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #7

Dalam pemikiran masyarakat Jawa, segala sesuatu tidak berdiri sendiri dan saling terkait satu sama lain. Hal ini seperti yang terjadi pada pranata mangsa pada masa berikutnya. Pranata mangsa tidak hanya menjadi penanda musim, tetapi juga menjadi penanda nasib dan ramalan dengan mencocokkan warna baju dan cincin yang dipakai seseorang. Penanggalan lain yang memiliki makna penting […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #6

Selama setahun, di Indonesia ada dua musim yakni kemarau dan hujan. Kedua musim tersebut masih dibagi lagi menjadi 4 kategori musim, yang dalam setiap musim tersebut ada 3 kondisi: (semplah adalah transisi dari musim kemarau ke penghujan) (pengarep-arep adalah transisi dari musim kemarau ke hujan). Musim penghujan dan kemarau biasanya berlangsung selama 4-5 bulan sedangkan […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #5

Kalender Jawa Sultan Agungan merupakan kalender resmi yang digunakan Kesultanan Yogyakarta sejak awal pendirian Kraton. Fungsi kalender tersebut adalah untuk penentuan waktu ibadah dan upacara adat. Namun, sejak Indonesia merdeka dan Kasultanan Yogyakarta menjadi bagian dari Indonesia, Kalender Jawa Sultan Agungan mengalami perubahan fungsi. Tepatnya setelah Departemen Agama terbentuk pada tanggal 3 Januari 1946, maka […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #4

Beberapa ketentuan yang ada di kalender Jawa ini antara lain:Satu tahun kalender Jawa berumur 354 ⅜ hari. Satu daur atau siklusnya berlangsung selama 8 tahun atau Windu. Dalam satu windu, setiap tahun memiliki nama dan panjang hari yang berbeda. Tahun Alip berjumlah 354 hari, Tahun Ehe 355 hari, Tahun Jimawal 354 Hari, Tahun Je 354 […]

Read More
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram