admin@kitabatik.id
Sawit RT.03, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DI Yogyakarta
Blog

Tulisan

Perumusan Kalender Jawa #3

Sultan Agung menyempurnakan Kalender Saka Hindu-Jawa pada tahun 1633 menjadi kalender Jawa-Islam yang berpatokan pada peredaran bulan mengelilingi bumi. Perumusan Kalender Jawa atau Anno Java dilakukan dengan cara menggabungkan kedua kalender, yaitu Saka dan Hijriyah. Sultan Agung bersama para punggawanya merumuskan kedua jenis kalender tersebut dengan memperhatikan budaya Jawa. Penyesuaian dengan budaya Jawa ini terlihat […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #2

Sebelum menjelaskan kalender Jawa, Ranggawarsita menjelaskan mengenai kalender Hijriyah. Ada dua metode yang digunakan untuk menentukan awal bulan, yaitu menggunakan hisab dan rukyat. Dalam metode hitungan hisab, ketika bulan masih samar jika sudah masuk tanggal tersebut maka hari tersebut sudah masuk tanggal pertama. Dalam tradisi Jawa, perhitungan ini disebut rimba, yang artinya samar. Sedangkan dalam […]

Read More
Perumusan Kalender Jawa #1

Selama ini, pendapat yang sering dipercaya banyak orang mengenai “pencipta” kalender Jawa adalah Sultan Agung. Perumusan Kalender Jawa diketahui dari pendapat Pujangga Jawa R. Ng. Ranggawarsita melalui karyanya yang berjudul serat Widya Pradhana. Widya memiliki arti kawruh (ilmu) dan Pradhana adalah pangarep (pemimpin). Secara umum, serat ini membahas mengenai ilmu perbintangan dalam Kalender Jawa, yang […]

Read More
Pendidikan dan Masyarakat

Sebelum Belanda datang ke Indonesia, orang Jawa telah memiliki lembaga-lembaga pendidikan sendiri. Sejak dulu, dalam pewayangan sudah menceritakan tentang guru bijaksana yang mengumpulkan anak-anak muda sebagai cantrik di rumahnya. Mereka diajar bagaimana hidup sebagai warga masyarakat yang baik. Para cantrik tinggal bersama guru di dalam pondok. Mereka bekerja untuk hidup sendiri dan hidup sang guru. […]

Read More
Implikasi Perkembangan Ekonomi Pasca Kemerdekaan

Jika telah disebutkan di atas bahwa penduduk Jawa mengalami perubahan sosial dan ekonomi setelah kemerdekaan, maka di sub bab ini akan menjelaskan tentang bagaimana dampak perubahan ekonomi dan sosial tersebut secara spesifik. Suatu studi mengenai pengaruh kebijakan ekonomi yang diterapkan oleh pemerintah Belanda, Jepang dan Indonesia terhadap masyarakat Yogyakarta memberikan beberapa petunjuk mengenai masalah-masalah sosial […]

Read More
Perubahan Sosial dan Ekonomi

Dalam sub bab sebelumnya, telah dijelaskan mengenai kehidupan masyarakat Jawa. Mulai dari sesuatu yang digambarkan lewat filosofi kepemimpinan sampai hal-hal kecil keseharian yang juga tak kalah penting. Masing-masing itu dihayati serta dikerjakan betul-betul sehingga membentuk sebuah pengertian general mengenai manusia Jawa. Dalam sub bab ini, akan dijelaskan kelanjutan periode kehidupan manusia Jawa sebagaimana yang telah […]

Read More
Kitab Batik: Weton

Desain batik merupakan hasil jerih payah pikiran pembatik yang dihamparkan dalam selembar kain. Di dalamnya, ada kegelisahan, ide, inspirasi, dan segudang "rasa" lain yang hendak dicantingkan. Pembuatan motif batik yang berdasar pada kelahiran merupakan salah satu eksperimentasi yang hendak dicoba oleh para seniman dalam buku ini.

Read More
Membabar Weton: Simbol dan Daur Hidup Manusia Jawa

Manusia Jawa senantiasa membaca pertanda dan simbol-simbol alam. Weton adalah salah satu produk pembacaan Manusia Jawa atas pertanda waktu dan simbol-simbol yang berkaitan dengan peristiwa kelahiran.

Read More
Laku Hidup Manusia Jawa

Di zaman serba cepat ini, ada berbagai hal yang kerap kali terasa tidak penting untuk diperhatikan. Manusia menjalani kegiatan sehari-hari dengan rutinitas yang nyaris tanpa disadari tujuan, kegunaan, dan maknanya. Bukan berarti dilupakan, hanya saja, aktivitas tersebut terkadang untuk untuk sekadar menyeimbangi derasnya arus zaman saja. Perkara di luar itu dianggap tidak penting, tiada nilainya. […]

Read More
Kebudayaan Jawa di Kota

Beberapa unsur kebudayaan Jawa di kawasan kota, sebenarnya memiliki kemiripan dengan kebudayaan desa atau petani. Ya, memang dalam praktiknya akan berbeda, namun yang disebut kemiripan adalah keberadaan unsur kebudayaan seperti pasar, pendidikan norma, dan seterusnya. Secara umum memang unsur-unsur tersebut juga berlaku di kota. Namun, ada berbagai perbedaan yang juga dipengaruhi oleh banyak faktor, yang […]

Read More
linkedin facebook pinterest youtube rss twitter instagram facebook-blank rss-blank linkedin-blank pinterest youtube twitter instagram